Selasa, 24 Februari 2009
Rapat Persiapan TRY OUT
Sabtu, 21 Februari 2009
Korban Abrasi di Suppa Akan Direlokasi
Menurut Bupati Pinrang, A Nawir MP, hampir setiap tahun warga Desa Lero, Kecamatan Suppa, menjadi korban abrasi. Bupati mengemukakan hal itu ketika memberikan bantuan kepada warga setempat yang menjadi korban, pekan lalu. Mengenai tempat relokasi, pemerintah kabupaten (pemkab), tokoh masyarakat, dan kepala Desa Lero Sudirman Ibrahim akan mengusahakan lokasi yang strategis.Bupati menyerahkan bantuan kepada 72 warga yang menjadi korban bencana di daerah itu, berupa mie instan dan uang tunai yang jumlahnya bervariasi. Kepala Desa Lero, Sudirman Ibrahim, mengemukakan, menyambut baik rencana Pemkab Pinrang melakukan relokasi warga yang selalu terancam abrasi. Ia mengemukakan, pihaknya siap mencari lokasi yang baru, untuk kemudian disampaikan kepada pemkab.
Rabu, 21 Januari 2009
sosialisasi kepengurusan dan proker
.jpg)
sosialisasi kepengurusan dan program kerja periode 2008-2010
optimalisasi peran dan sinergitas dalam mewujudkan kinerja berlembaga
(kanda halik aksan kelana, jumadi maulana (ketua umum KPMP), Camat suppa, julianto ali (ketua KPMP Cab. Suppa)
sosialisi kepengrusan di lakukan di gedung serba guna samping kantor camat kec.suppa pada bulan 8 (agustus) 2008 yang dihadiri unsur pemerintah setempat, kalangan akademisi mahasiswa dan pelajar serta tokoh-tokoh masyarakat se kecamatan suppa.

Jumat, 02 Januari 2009
KAMARRANG ISLAND.
kamarrang island kaya akan ekosistem laut diantaranya ekosisitem mangrove, terumbu karang dan ekosistem padang lamun. ekosistem mangrove dapat ditemukan dibagian sisi belakang pulau yang tumbuh lebat dan alami hampir setengah badan pulau, ekosistem terumbu karang dapat dijumpai di bagian belakang pulau antara daratan utama dan pulau yang hampir di dominasi oleh karang tabulate (karang meja), dan karang achropora (karang bercabang) selain biodiversity pulau kamarrang juga menyediakan tempat penginapan yang memanjakan pengunjung untuk melihat gemerlap malam kota pare-pare dari arah laut.
banyak pengunjung yang berdatangan di hari libur sekolah baik itu wisatawan lokal maupun wisatawan asing. seperti yang dikemukan oleh julianto ali, anto' itu sapaan keseharian dilingkungannya, anto merupakan mahasiswa ilmu kelautan UNHAS yang merupakan putra daerah (kec.suppa) yang pernah menikmati nikmatnya alam pulau kamarrang. pria tinggi ini tidak sendiri dia membawa teman-teman angkatnnya di jurusan ilmu kelautan UNHAS untuk melihat keanekaragaman ekosisitem yang ada di pulau kamarrang al hasil mereka terpukau, dikarenakan ekosistem mangrove-nya masih sangat alami dan tumbuh lebat.
selain beberapa ekosistem laut yang dikatakan diatas pulau kamarrang juga memiliki ciri khas yaitu salah satu pulau yang didiami oleh hewan neukturnal (hewan yang beraktifitas di malam hari) (kelelawar) hewan yang memiliki kepala yang mirip anjing ini banyak di jumpai di pohon-pohon mangrove disekitar pulau, pemandangan yang khas ini dapat di nikmati di siang hari.
kamarrang island merupakan potensi daerah yang tak ternilai harganya baik dari segi ekonomi maupun dari segi ekologi.
"menjaga keseimbangan ekosistem Laut meningkatkan Sumberdaya perikanan"
"Rawatlah Alam-mu maka dia akan menjagamu"
By : JULIANTO ALI
Suppa Terima 450 Paket Prona
dikutip http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=18179
PINRANG-, Upeks Tahun ini, Kecamatan Suppa memperoleh Prona dengan jumlah 450 sertifikat, Kecamatan Lanrisang 100, dan Kecamatan Lembang 200 sertifikat. Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Sosialisasi dan Penyuluhan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pinrang, Drs Muh Azis P. Menurutnya, Prona sebenarnya telah berganti, dengan nama Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah (PPPT). Namun kata dia, mekanisme dan persyaratannya sama. Azis mengakui, Prona 2007 dinilai bermasalah karena pihaknya tidak melibatkan pihak pemkab, kejaksaan dan Polres. Camat Suppa M Aswin SIp menambahkan, banyak kasus tanah di Kecamatan Suppa, dan kasusnya termasuk tinggi karena hampir setiap hari ada pelapor tentang kasus tanah. Dalam satu minggu, kasus tanah rata-rata empat sampai lima kasus. Aswin menjelaskan, pemerintah desa dan kecamatan, merupakan hakim pendamai bukan hakim pemutus, karena memutuskan suatu perkara adalah kewenangan Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Agama (PA).
Organisasi dan Akademik
Dalam keseharian kita sering bertanya, “mana lebih penting, akademis ato organisasi sih?” Pertanyaan tersebut seharusnya tidak terlontar saat masing-masing kita bertanya dulu, “kenapa gw harus mengejar akademis?” dan “kenapa gw harus berorganisasi?” Cukup punya alasankah kita? Hah? Karena dua hal tersebut sepatutnya bisa bersinergi dalam pencapaiannya agar kita bisa memenuhi cita-cita perguruan tinggi. Emang apa sih cita-cita perguruan tinggi itu? Nah, menurut Moh. Hatta tugas besar perguruan tinggi itu adalah membentuk manusia susila demokrat yang:
1. Memiliki keinsyafan tanggungjawab atas kesejahteraan masyarakatnya
2. Cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan
3. Cakap memangku jabatan atau pekerjaan dalam masyarakat
Nah, dengan cita-cita tersebut mari kita analisis apa sebenarnya kebutuhan kita. Yang pasti kita memang benar-benar harus belajar. Belajar apa? Apapun!
Mari kita tinjau point pertama. Saat kita dituntut untuk memiliki keinsyafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat, apa mungkin tercapai saat kita hanya mengurung diri kita dalam tembok angkuh ruang kelas dan laboratorium?hah?
Saat kita dituntut cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan, apa mungkin tercapai saat kita melempem tidak memiliki sifat kritis?hah?
Lalu, saat kita dituntut untuk cakap memangku jabatan dalam masyarakat, apa mungkin tercapai jika kita hanya melatih diri kita dengan cara duduk diam dan mendengarkan dosen atau asdos?hah?
Justru karena itulah,ya, karena tuntutan yang dilimpahkan pada kita tidaklah kecil maka kita juga harus belajar bagaimana “hidup”,belajar bagaimana bertanggungjawab, berempati, bersosialisasi, dan sebagainya untuk bisa mencapai cita-cita besar perguruan tinggi itu.
Kita harus berlaku selayaknya insan akademis. Apa tuh? Insan yang selalu mengembangkan diri agar bisa menjawab tantangan masa depan. Juga insan yang mengikuti watak ilmu yang selalu mencari dan membela kebenaran ilmiah. Nah, mari kita cari tau kebenaran ilmiah dalam aktivitas kita! Kenapa kita kuliah?kenapa kita berkegiatan non kurikuler (organisasi,dsb)?apakah dua-duanya penting?kenapa penting?
Pertanyakanlah! Pertanyakanlah!
Karena yang pasti, di tiap pundak kita sudah ada seonggok beban berat akan nasib bangsa kita.
yah..yah..yah..mungkin saat ini kita sedang ragu akan hal itu..”iya gituh?” hahahaha..
Pilihannya tinggal apakah kita cukup bernyali untuk membuka mata, telinga dan hati sehingga bisa melihat kenyataan seonggok beban itu? Atau kita lebih memilih untuk berpura-pura tidak tahu akan kenyataan itu? Yah..,silakan pilih..
Jika pilihannya adalah berani, maka kita harus tahu apa sebenarnya yang harus kita pelajari. Pertanyakanlah!
Tapi, jika pilihanya adalah berpura-pura tidak tahu, kembali..,silakan pulang, TIDUR!
Yang pasti jika mengapa itu semakin besar, maka bagaimana itu akan semakin kecil.
Jika “mengapa kita harus kuliah dan berorganisasi?” terjawab dengan lantang..,maka “bagaimana kita bisa kuliah dan berorganisasi dengan baik?” akan mudah terjawab..
Jadi tidak ada “Vs”. Karena akademik dan aktivitas nonkrikuler (organisasi),