Jumat, 15 Maret 2013

http://www.facebook.com/rahma.andidani.1
Dengan kata, kumampu terbang melintasi angkasa
Dengan kata, kumampu menyelam ke dasar samudra
Dengan kata, kumampu bercengkrama dengan alam
Dengan kata, kumampu bermain dalam hayalan
Namun,
Karena kata, kutau rasanya kehilangan
Karena kata, kumengerti arti kebencian
Karena kata, kufahami perihnya hinaan
Karena kata, kurasakan sakitnya sangkaan

Senin, 21 Maret 2011

Foto Acara Adat Mappalili di Suppa




Ritual Adat to Suppa , Mappalili

Oleh : Julianto
dikutip dari sekolah demokrasi.
Secara etimologi Mappalili berasal dari kata palili yang
mengandung arti menjauhkan hal-hal yang bakal mengganggu atau merusak tanaman padi. Mappalili atau Appalili seperti etnis Bugis-Makassar pada umumnya menyebutkan, merupakan ritual atau manipestasi kearifan lokal (local wisdom) yang turun temurun dilaksanakan di Sulawesi Selatan saat akan memulai turun ke sawah. Mappalili merupakan isyarat atau komando untuk memulai turun sawah. Tujuannya agar hamparan lahan yang akan ditanami, disalipuri (Bugis) atau dilindungi dari gangguan yang biasa menurunkan hasil produktifitas dan mendekatkan pada hal-hal yang bisa meningkatkan hasil produksi. Mappalili merupakan tradisi sejak dahulu dan diwariskan secara turun temurun masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya dan masyarakat kabupaten pangkep pada khususnya. Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam pasal 32 bab XV UUD 1945 tentang pelestarian budaya nasional dan berangkat dari pemikiran antropolog Indonesia, Koentjaraningrat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang memelihara dan merawat warisan budayanya. Oleh karena itu pemerintah daerah penghasil bandeng ini wajib memberikan motivasi dan apresiasi bagi masyarakat yang berupaya melestarikan seluruh bentuk-bentuk produk warisan budaya leluhur seperti budaya mappalili yang dilaksanakan setiap memasuki musim tanam.

Minggu, 20 Maret 2011

Pesan Buat pemimpin

Al Anto, Tak kala kita selalu ingin di depan dan menahkodai sesuatu yang dipikiran kita mampu akan melakukan tanpa melihat potensi diri apa kita bisa ?
seorang pelaut pernah berkata kepada seseorng yang dijumpainya, hai.....aku ini seorang nahkoda kapal yang handal tanpa teory aku bisa menjalankan kapal itu sambil menunjuk kearah kapalnya, mengarungi samudera dan membelah lautan luas menerjang ombak dan aku sekarang dihadapanmu selalu kembali dengan selamat. dengan bangganya, hahhahahaha.....*kembali orang itu bertanya kepada sang nahkoda berapa awak kapalmu wahai sang nahkoda gagah pemberani, lantang nahkoda menjawab dulu ada beberapa orang sekarang tinggal saya dan dia sambil menunjuk istrinya. dan orng itupun berhenti bertanya dan pergi, sambil berjalan dia berkata kau bukan nahkoda handal dan tidk patut dibanggakan wahai pelaut.

*Jangan berpikir bahwa seorang pemimpin adalah super human yang bisa melakukan segalanya sendirian. Tidak demikian. pemimpin adalah manusia biasa yang memiliki kemampuan pengelolaan lebih bagus dibanding rata-rata orang. Seorang pemimpin tidak menangani segalanya seorang diri. Sebaliknya, dengan kemampuannya mengatur, mengelola, dan mengarahkan, maka dia dapat
menggerakkan anggota-anggotanya untuk melakukan aktivitas tertentu.

Seorang pemimpin harus ahli dalam menilai, meningkatkan, dan mengembangkan potensi anggota-anggotanya. Ukuran sukses seorang pemimpin bukan pada pencapaian pribadi, tetapi pencapaian tim yang dia pimpin. Jika timnya sukses, dia layak disebut pemimpin yang sukses. semoga bermanfaat

al anto

Jumat, 18 Maret 2011

Pelantikan dan Rapat kerja Periode 2010-2012




Menggugah Malam demi keabadian

Menggugah Malam demi keabadian

oleh teman saya Baba Alfa Sikar Leu pada 18 Maret 2011 jam 22:41

Kala malam datang dan rasa kantuk membentangkan selimutnya di wajah bumi, aku bangun dan berjalan ke laut, “Laut tidak pernah tidur, dan dalam keterjagaannya itu laut menjadi penghibur bagi jiwa yang terjaga.

Terlewati masa demi masa menjajaki hari demi hari, Mengingat dengan menggali kenangan demi kenangan masa lalu. Ternyata Masa dewasa telah datang dengan mempelajari waktu demi waktu sepenggal masa lalu dari ajaran abjad diawali dari A sampai kelak di akhiri dengan huru Z . Meraih mimpi yang tidak pernah di dapatkan sewaktu masih kecil yang kuanggap masih sebagai malaikat kecil diistana yang namanya keluarga ,aku sang anak kecil yang penuh dengan mimpi yang susah kuraih dan di ambil dengan kata Itu....!! yang bahkan dengan logika seakan tidak tercapai bingkai dengan kerangka angan dan harapan, namun semua terpatahkan dengan kemapuan alam dan sedikit keinginan yang kuat dari dalam jiwa, mimpi kecilku sudah terjawab satu demi satu, walaupun terkadang apa yang tidak pernah ku harapkan dalam mimpipun terpenuhi dalam rentang alam sadar.

Yah..... menjadi musafir dari pijakan bumi ke tanah yang tak bertuah dan semua telah terjamah dalam rutinitas tanpa ada dalam alam mimpi, berjalan dan terus saja berjalan entah akan berakhir sebatas tanda koma dan semoga tidak sampai pada tanda titik, karena mimpiku belum seluruhnya tejawab oleh alam.

Ketika ku bercermin dari jiwa ku, bayang raga selalu membayangi dengan tanpa pamrih karena hukum alam mengajarkan bayanganku untuk tetap setia pada raga dan menjadi sahabat sampai kelak di pisahkan dalam alam kelam dengan ditanamnya diri ke tanah asal mu asal.

Berawal dari seleksi alam dan menjadi petarung di kerajaan bumi ku berpijar, seleksi itu ku lewati dengan keyakinan bahwa aku adalah kesatria yang entah akan mati berkali kali atau bahkan tak pernah mati dengan hunusan pedang lawan, sebab aku ingin meraih mimpi kecilku.

“Ketika aku sampai di pantai, kabus dari gunung menjuntaikan kakinya seperti selembar jilbab yang menghiasi wajah seorang gadis. Aku melihat ombak yang berdeburan. Aku mendengar puji-pujiannya kepada Tuhan dan bermeditasi di atas kekuatan abadi yang tersembunyi di dalam ombak-ombak itu - kekuatan yang lari bersama angin, mendaki gunung, tersenyum lewat bibir sang mawar dan menyanyi dengan desiran air yang mengalir di parit-parit”

Ternyata Alam adalah tuhan semua raga dan jiwa dia menciptakan aku dari isi alam atas nama cinta dari keturunan adam dan hawa bukan atas nama keinginan tapi dari mimpi mereka, jiwa takala ingin menerima menghantam kisah dalam mengukir sejarah aku telah menjadi aku .

Itulah anak-anak cinta, Buah dari perjuangan, Akibat dari kebebasan, Tiga manifestasi Tuhan, Dan Tuhan adalah ungkapan dari alam yang bijaksana. Alam biarkan aku berkelana dengan kepastian mimpi biarkan aku menjadi kesatria seperti kesatria dijaman kerajaan Bani Umaiyyah yang kuat adalah kesatria meluluh lantakan kerajaan musuh walaupun kerajaan itu bukan dari kariya cinta, biarkanlah musnah dalam kenangan mereka dan aku terukir dalam kegagalan mereka.

Aku menutup mata dan mendengar gema yang baru saja berlalu. Ketika aku membuka mataku, aku tidak lagi melihat Putera-Putera Kegelapan itu, hanya laut yang dipeluk halimunan. Aku duduk, tidak memandang apa-apa pun kecuali asap dupa yang menggulung ke syurga.

Petarung dalam pertarungan

Sebuah karya tak penting dalam sebuah kedok kepentingan pribadi dan golongan, kejujuran dipertaruhkan, hati nurani dan akal sehat tercderai demi kepentingan. argumen keluar seakan membenarkan semua logika yang tak seharusnya dilogikan. bertarung katanya.....saya ketawa melihat semuanya peta peta kekuatanpun bermunculan dari segala lini, ini perang atau kemunafikan. seorang petarung memenangkan peperangan membentuk jiwa ksatria dan memunculkan pahlawan pahlawan yang gagah berani karena lahir dalam kondisi abnormal, tapi ada yang salah dalam pencapaian ksatrianya akal dan pikiran serta logikanya sudah busuk. ingat petarung yang baik menggunakan cara baik untuk memenangkan pertarungan sehingga muncul sebagai pemenang dan ksatrai berwibawah dimata pahlawan pahlawan lainnya. bukan sebaliknya, ketika itu sudah terjadi ingat kawan semuanya hanya topeng untuk kepentingannya semata.