Rabu, 21 Januari 2009

sosialisasi kepengurusan dan proker














sosialisasi kepengurusan dan program kerja periode 2008-2010
optimalisasi peran dan sinergitas dalam mewujudkan kinerja berlembaga
(kanda halik aksan kelana, jumadi maulana (ketua umum KPMP), Camat suppa, julianto ali (ketua KPMP Cab. Suppa)

sosialisi kepengrusan di lakukan di gedung serba guna samping kantor camat kec.suppa pada bulan 8 (agustus) 2008 yang dihadiri unsur pemerintah setempat, kalangan akademisi mahasiswa dan pelajar serta tokoh-tokoh masyarakat se kecamatan suppa.

Jumat, 02 Januari 2009

KAMARRANG ISLAND.

Salah satu obyek wisata bahari yang terletak di kecamatan Suppa (± 30 Km arah selatan kota Pinrang). Kawasan ini diapit oleh laut sehingga menarik untuk dikunjungi. Pulau Kamarrang adalah wilayah Kabupaten Pinrang yang berhadapan dengan kota Parepare, sehingga bila kita mau menyeberang ke pulau ini lebih dekat bila anda lewat Pelabuhan Parepare naik perahu tradisional dan hanya memerlukan waktu ± 15 menit.
kamarrang island kaya akan ekosistem laut diantaranya ekosisitem mangrove, terumbu karang dan ekosistem padang lamun. ekosistem mangrove dapat ditemukan dibagian sisi belakang pulau yang tumbuh lebat dan alami hampir setengah badan pulau, ekosistem terumbu karang dapat dijumpai di bagian belakang pulau antara daratan utama dan pulau yang hampir di dominasi oleh karang tabulate (karang meja), dan karang achropora (karang bercabang) selain biodiversity pulau kamarrang juga menyediakan tempat penginapan yang memanjakan pengunjung untuk melihat gemerlap malam kota pare-pare dari arah laut.
banyak pengunjung yang berdatangan di hari libur sekolah baik itu wisatawan lokal maupun wisatawan asing. seperti yang dikemukan oleh julianto ali, anto' itu sapaan keseharian dilingkungannya, anto merupakan mahasiswa ilmu kelautan UNHAS yang merupakan putra daerah (kec.suppa) yang pernah menikmati nikmatnya alam pulau kamarrang. pria tinggi ini tidak sendiri dia membawa teman-teman angkatnnya di jurusan ilmu kelautan UNHAS untuk melihat keanekaragaman ekosisitem yang ada di pulau kamarrang al hasil mereka terpukau, dikarenakan ekosistem mangrove-nya masih sangat alami dan tumbuh lebat.
selain beberapa ekosistem laut yang dikatakan diatas pulau kamarrang juga memiliki ciri khas yaitu salah satu pulau yang didiami oleh hewan neukturnal (hewan yang beraktifitas di malam hari) (kelelawar) hewan yang memiliki kepala yang mirip anjing ini banyak di jumpai di pohon-pohon mangrove disekitar pulau, pemandangan yang khas ini dapat di nikmati di siang hari.

kamarrang island merupakan potensi daerah yang tak ternilai harganya baik dari segi ekonomi maupun dari segi ekologi.
"menjaga keseimbangan ekosistem Laut meningkatkan Sumberdaya perikanan"
"Rawatlah Alam-mu maka dia akan menjagamu"


By : JULIANTO ALI

Suppa Terima 450 Paket Prona

Jumat, 02-05-2009
dikutip http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=18179

PINRANG-, Upeks Tahun ini, Kecamatan Suppa memperoleh Prona dengan jumlah 450 sertifikat, Kecamatan Lanrisang 100, dan Kecamatan Lembang 200 sertifikat. Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Sosialisasi dan Penyuluhan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pinrang, Drs Muh Azis P. Menurutnya, Prona sebenarnya telah berganti, dengan nama Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah (PPPT). Namun kata dia, mekanisme dan persyaratannya sama. Azis mengakui, Prona 2007 dinilai bermasalah karena pihaknya tidak melibatkan pihak pemkab, kejaksaan dan Polres. Camat Suppa M Aswin SIp menambahkan, banyak kasus tanah di Kecamatan Suppa, dan kasusnya termasuk tinggi karena hampir setiap hari ada pelapor tentang kasus tanah. Dalam satu minggu, kasus tanah rata-rata empat sampai lima kasus. Aswin menjelaskan, pemerintah desa dan kecamatan, merupakan hakim pendamai bukan hakim pemutus, karena memutuskan suatu perkara adalah kewenangan Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Agama (PA).

Organisasi dan Akademik

organisasi merupakan suatu wadah formal yang menampung beberapa individu yang memiliki sifat karakter dan itelektual yang berbeda-beda, dimana didalamnya terjadi proses pengembangan diri, pola berfikir dan managemen diri yang teramu dalam sutu wadah yang bisa mengimplementasikan dan mengembangkan secara keseluruhan ide kreatifitasnya dalam suatu tujuan tertentu yang telah ditetapkan, sedangkan Akademik merupakan suatu kegiatan formal yang didapat di bangku sekolah atau bangku kuliah yang sifatnya umum serta menjurus ke suatu bidang pendidikan, yang diarahkan terutama pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni. mengingat pentingnya ke dua hal tersebut dan melihat realita yang terjadi dimasyarakat maka sewajarnyalah pelaku akademik mengembangkan pola fikir dan menuangkannya dalam organisasi yang memiliki output dan impact yang berguna untuk masyarakat (agen social of control).

Dalam keseharian kita sering bertanya, “mana lebih penting, akademis ato organisasi sih?” Pertanyaan tersebut seharusnya tidak terlontar saat masing-masing kita bertanya dulu, “kenapa gw harus mengejar akademis?” dan “kenapa gw harus berorganisasi?” Cukup punya alasankah kita? Hah? Karena dua hal tersebut sepatutnya bisa bersinergi dalam pencapaiannya agar kita bisa memenuhi cita-cita perguruan tinggi. Emang apa sih cita-cita perguruan tinggi itu? Nah, menurut Moh. Hatta tugas besar perguruan tinggi itu adalah membentuk manusia susila demokrat yang:

1. Memiliki keinsyafan tanggungjawab atas kesejahteraan masyarakatnya

2. Cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan

3. Cakap memangku jabatan atau pekerjaan dalam masyarakat

Nah, dengan cita-cita tersebut mari kita analisis apa sebenarnya kebutuhan kita. Yang pasti kita memang benar-benar harus belajar. Belajar apa? Apapun!

Mari kita tinjau point pertama. Saat kita dituntut untuk memiliki keinsyafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat, apa mungkin tercapai saat kita hanya mengurung diri kita dalam tembok angkuh ruang kelas dan laboratorium?hah?

Saat kita dituntut cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan, apa mungkin tercapai saat kita melempem tidak memiliki sifat kritis?hah?

Lalu, saat kita dituntut untuk cakap memangku jabatan dalam masyarakat, apa mungkin tercapai jika kita hanya melatih diri kita dengan cara duduk diam dan mendengarkan dosen atau asdos?hah?

Justru karena itulah,ya, karena tuntutan yang dilimpahkan pada kita tidaklah kecil maka kita juga harus belajar bagaimana “hidup”,belajar bagaimana bertanggungjawab, berempati, bersosialisasi, dan sebagainya untuk bisa mencapai cita-cita besar perguruan tinggi itu.

Kita harus berlaku selayaknya insan akademis. Apa tuh? Insan yang selalu mengembangkan diri agar bisa menjawab tantangan masa depan. Juga insan yang mengikuti watak ilmu yang selalu mencari dan membela kebenaran ilmiah. Nah, mari kita cari tau kebenaran ilmiah dalam aktivitas kita! Kenapa kita kuliah?kenapa kita berkegiatan non kurikuler (organisasi,dsb)?apakah dua-duanya penting?kenapa penting?

Pertanyakanlah! Pertanyakanlah!

Karena yang pasti, di tiap pundak kita sudah ada seonggok beban berat akan nasib bangsa kita.

yah..yah..yah..mungkin saat ini kita sedang ragu akan hal itu..”iya gituh?” hahahaha..

Pilihannya tinggal apakah kita cukup bernyali untuk membuka mata, telinga dan hati sehingga bisa melihat kenyataan seonggok beban itu? Atau kita lebih memilih untuk berpura-pura tidak tahu akan kenyataan itu? Yah..,silakan pilih..

Jika pilihannya adalah berani, maka kita harus tahu apa sebenarnya yang harus kita pelajari. Pertanyakanlah!

Tapi, jika pilihanya adalah berpura-pura tidak tahu, kembali..,silakan pulang, TIDUR!

Yang pasti jika mengapa itu semakin besar, maka bagaimana itu akan semakin kecil.

Jika “mengapa kita harus kuliah dan berorganisasi?” terjawab dengan lantang..,maka “bagaimana kita bisa kuliah dan berorganisasi dengan baik?” akan mudah terjawab..

Jadi tidak ada “Vs”. Karena akademik dan aktivitas nonkrikuler (organisasi),

bukan untuk dipilih salah satu!